By Assoc. Prof. Dr. Ahmad Zain Sarnoto, M.A.,M.PdI. at Selasa, 27 Oktober 2026

Ide Al-Qur’an Isyarat Lahir dari Perkuliahan Magister Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Jakarta – Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) Membaca Al-Qur’an Isyarat bagi Sahabat Tuli, 26-27 Oktober 2026, acara tersebut sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur’an yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas pendengaran.

Kegiatan ini menghadirkan Ida Zulfiya, M.Ag., dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama Republik Indonesia, yang juga merupakan mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, Prof. Dr. M. Darwis Hude, M.Si., dan diikuti oleh para dosen serta mahasiswa Pascasarjana dengan penuh antusias.

Hal menarik terungkap dalam kegiatan tersebut ketika Ida Zulfiya menjelaskan bahwa gagasan awal pengembangan Al-Qur’an Isyarat justru muncul saat dirinya mengikuti perkuliahan Program Magister (S2) di PTIQ Jakarta bersama Prof. Dr. M. Darwis Hude pada tahun 2008.

Menurut Ida, pengalaman akademik tersebut menjadi titik awal lahirnya pemikiran mengenai pentingnya menghadirkan metode pembelajaran Al-Qur’an yang dapat diakses oleh Sahabat Tuli. Gagasan yang berawal dari ruang perkuliahan itu kemudian berkembang menjadi inovasi dalam penyusunan Al-Qur’an Isyarat.

Dalam pemaparannya, Ida menyampaikan bahwa Al-Qur’an Isyarat yang dikembangkan di Indonesia merupakan sebuah terobosan yang disebut sebagai inovasi pertama, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Kehadirannya menjadi langkah penting dalam membuka akses pembelajaran dan penghayatan Al-Qur’an bagi komunitas Tuli.

Melalui kegiatan ToT ini, para dosen dan mahasiswa diperkenalkan dengan prinsip-prinsip dasar membaca Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat, sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pendekatan inklusif dalam pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an.

Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta menyampaikan rasa bangga atas kontribusi dan inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswanya. Lahirnya gagasan Al-Qur’an Isyarat dari proses perkuliahan menjadi bukti bahwa lingkungan akademik tidak hanya berperan dalam pengembangan teori dan keilmuan, tetapi juga mampu melahirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Kehadiran Ida Zulfiya sebagai inovator sekaligus mahasiswa doktoral menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus menghasilkan karya ilmiah dan inovasi yang berdampak luas, khususnya dalam pengembangan kajian Al-Qur’an dan Tafsir.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta dalam mengembangkan keilmuan Al-Qur’an yang responsif terhadap perkembangan zaman, berorientasi pada kemaslahatan umat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas.

Dari ruang kuliah Magister PTIQ Jakarta pada tahun 2008, sebuah gagasan tumbuh menjadi inovasi Al-Qur’an Isyarat yang membuka jalan bagi Sahabat Tuli untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Inilah wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan ilmu yang tidak hanya dipelajari, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat