Pekalongan – Ketua Program Studi Magister Tasawuf dan Psikoterapi, Dr. Ahmad Zain Sarnoto, M.Pd.I., M.A., menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (KOTATERAPI) yang diselenggarakan sebagai forum tertinggi konsorsium dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi penyelenggara Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi di Indonesia. Munas menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah pengembangan keilmuan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring akademik, serta mendorong penguatan profesi psikoterapi di Indonesia.
Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan program studi, akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi ini berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi. Para peserta sepakat bahwa tantangan kesehatan mental masyarakat yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengedepankan aspek psikologis, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual sebagai bagian penting dalam proses penyembuhan dan pemberdayaan manusia.
Dalam pidato arahannya, Ketua Umum KOTATERAPI, Prof. Dr. Wijaya, M.Si., menegaskan bahwa KOTATERAPI harus menjadi organisasi akademik yang kuat, progresif, dan mampu menjadi penggerak lahirnya profesi psikoterapi di Indonesia.
"KOTATERAPI tidak boleh berhenti sebagai forum silaturahmi akademik. Konsorsium ini harus menjadi pusat kolaborasi nasional yang melahirkan standar keilmuan, standar kompetensi, dan standar praktik psikoterapi berbasis nilai-nilai spiritual yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun profesional. Ke depan, kita harus bersama-sama memperjuangkan lahirnya profesi psikoterapi yang memiliki legitimasi dan pengakuan di tingkat nasional," tegas Prof. Dr. Wijaya.
Menurutnya, penguatan profesi psikoterapi merupakan kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya berbagai persoalan kesehatan mental, perubahan sosial, disrupsi teknologi, serta tantangan kehidupan modern. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan profesional dan integritas moral yang tinggi.
Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Tasawuf dan Psikoterapi, Dr. Ahmad Zain Sarnoto, M.Pd.I., M.A., menyampaikan bahwa Munas KOTATERAPI merupakan momentum penting untuk memperkuat arah pengembangan Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi di Indonesia agar semakin adaptif terhadap dinamika perubahan global.
"Konsorsium harus hadir di tengah dinamika perubahan. Perubahan sosial, perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi digital, hingga meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mental harus dijawab dengan langkah-langkah yang nyata. KOTATERAPI harus menjadi pusat kolaborasi yang mampu mengintegrasikan kekuatan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi umat," ujar Dr. Ahmad Zain Sarnoto.
Ia menambahkan bahwa penguatan konsorsium tidak hanya penting bagi pengembangan institusi pendidikan tinggi, tetapi juga bagi masa depan para lulusan Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi.
"Harapan kami, KOTATERAPI mampu menjadi wadah yang memperjuangkan rekognisi lulusan Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi sehingga mereka memperoleh ruang pengabdian yang lebih luas di masyarakat. Alumni harus dipersiapkan menjadi tenaga profesional yang mampu berperan sebagai psikoterapis, konselor, pendamping psikospiritual, akademisi, peneliti, maupun praktisi yang memberikan solusi atas berbagai persoalan psikologis, spiritual, dan sosial masyarakat. Kehadiran profesi psikoterapi yang diakui secara nasional akan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan mental di Indonesia," tambahnya.
Dalam sidang Munas, peserta juga membahas berbagai agenda strategis yang akan menjadi arah kebijakan KOTATERAPI pada periode mendatang, antara lain:
Keikutsertaan Ketua Program Studi Magister Tasawuf dan Psikoterapi dalam Munas KOTATERAPI merupakan bentuk komitmen institusi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi di Indonesia. Melalui kolaborasi yang semakin erat antarperguruan tinggi, diharapkan lahir berbagai inovasi pendidikan, penelitian, dan layanan psikospiritual yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Munas KOTATERAPI menegaskan bahwa masa depan Tasawuf dan Psikoterapi berada pada sinergi, inovasi, dan profesionalisme. Dengan semangat kebersamaan, konsorsium diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun ekosistem pendidikan dan profesi psikoterapi yang unggul, adaptif, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat Indonesia