By Assoc. Prof. Dr. Ahmad Zain Sarnoto, M.A.,M.PdI. at Selasa, 16 Juni 2026

Penyamaan Persepsi Borang S3 IAT Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Jakarta – Program Studi Doktor (S3) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta menggelar kegiatan Penyamaan Persepsi Borang Akreditasi sebagai langkah strategis dalam memperkuat kesiapan program studi menghadapi proses akreditasi dan peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan pascasarjana, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta tim penyusun borang akreditasi.

Kegiatan penyamaan persepsi ini bertujuan untuk membangun kesamaan pemahaman seluruh tim terkait standar, indikator, dan eviden yang diperlukan dalam penyusunan borang akreditasi berdasarkan instrumen akreditasi terbaru. Melalui forum ini, setiap komponen yang terlibat diberikan kesempatan untuk melakukan telaah mendalam terhadap dokumen yang telah disusun, sekaligus menyamakan interpretasi terhadap berbagai indikator penilaian.

Asisten Direktur Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, Prof. Dr. Hj. Nur Arfiyah Febriani, S.Pd.I.,M.A dalam sambutannya menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan bagian dari upaya sistematis dalam membangun budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Oleh karena itu, seluruh unsur akademik dan nonakademik perlu memiliki komitmen yang sama dalam menyajikan data yang akurat, valid, dan relevan sesuai dengan kondisi nyata program studi.

Program Studi S3 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir merupakan salah satu program doktor unggulan di lingkungan Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta yang berfokus pada pengembangan kajian Al-Qur’an dan tafsir secara interdisipliner. Program ini menjadi bagian dari jenjang doktoral yang diselenggarakan oleh Universitas PTIQ Jakarta sebagai perguruan tinggi yang memiliki kekhasan pengembangan keilmuan berbasis Al-Qur’an.

Dalam sesi diskusi, tim borang melakukan identifikasi terhadap berbagai aspek yang menjadi fokus penilaian, mulai dari tata pamong, tata kelola, sumber daya manusia, mahasiswa, kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga luaran dan capaian tridharma perguruan tinggi. Setiap bidang diminta untuk memastikan kesesuaian antara data kuantitatif, dokumen pendukung, serta narasi yang disajikan dalam laporan evaluasi diri dan borang akreditasi.

Ketua Program Studi S3 IAT, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Hariyadi, M.A menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarunit kerja. Menurutnya, keberhasilan akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas dokumen, tetapi juga oleh konsistensi implementasi sistem penjaminan mutu yang telah berjalan selama ini. Oleh karena itu, seluruh civitas akademika diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam penyediaan data dan eviden yang dibutuhkan. Selain membahas aspek teknis penyusunan borang, forum juga menyoroti berbagai capaian program studi, termasuk penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa, pengembangan jejaring kerja sama akademik, serta penguatan budaya riset yang menjadi ciri khas pendidikan doktoral. Upaya pengembangan mutu berbasis OBE juga sejalan dengan langkah transformasi akademik yang sedang dilakukan oleh Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta.

Melalui kegiatan penyamaan persepsi ini, Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta berharap seluruh tim memiliki pemahaman yang seragam terhadap instrumen akreditasi, sehingga proses penyusunan borang dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan menghasilkan dokumen yang berkualitas. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan visi Universitas PTIQ Jakarta sebagai perguruan tinggi yang unggul berbasis Al-Qur’an.

Melalui penyamaan persepsi ini, kita tidak hanya menyiapkan dokumen akreditasi, tetapi juga memperkuat budaya mutu yang menjadi fondasi pengembangan Program Studi S3 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir menuju program doktor yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” demikian salah satu kesimpulan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut. AZS